Baca Tulis Al
Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah
Baca tulis Al Qur’an merupakan mata pelajaran yang diajarkan di tingkat
Madrasah Ibtidaiyah untuk kelas rendah (kelas 1-3). Baca tulis Al Qur’an memuat
materi tentang membaca dan menulis permulaan huruf-huruf hijaiyah.
Dalam Kamus Besar Bahasan Indonesia (2008: 45), membaca adalah melihat
serta memahami apa yang tertulis dengan melisankan atau dalam hati. Menurut
Tarigan yang dikutip Sumarlin (2011: 20), membaca dapat pula diartikan sebagai
metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri maupun
dengan orang lain.
Menurut Farida Rahim (2011: 2), membaca pada hakikatnya adalah suatu yang
rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan,
tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan
metakognisi. Sebagai proses visual, membaca merupakan proses menerjemahkan
simbol tulis (huruf) ke dalam kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis
dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktivitas membaca kata-kata
dengan menggunakan kamus.
Membaca adalah suatu aktivitas yang rumit atau
kompleks. Nababan (dalam Slamet, 2009: 121) menyatakan bahwa membaca merupakan suatu aktivitas yang
kompleks karena sangat bergantung pada tingkat penalaran pembaca dan
keterampilan berbahasanya.
Menurut Suparno dan M. Yusuf yang dikutip Slamet (2008 : 96), menulis dapat
didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan
menggunakan bahasa tulis sebagai alat medianya. Tulisan merupakan sebuah simbol
atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakaiannnya. Berdasarkan
pengertian tersebut, maka membaca dapat diartikan sebagai suatu aktivitas yang
kompleks untuk menerjemahkan simbol tulis (huruf)
ke dalam kata dalam bentuk tulisan.
Menulis menurut McCrimmon yang dikutip Slamet (2008 : 96) merupakan
kegiatan menggali pikiran dan peraaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal
yang akan ditulis, menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat
memahaminya dengan mudah dan jelas. Pada dasarnya, menulis bukan hanya
melahirkan pikiran atau perasaan saja, melainkan juga merupakan pengungkapan
ide, pengetahuan, ilmu dan pengalaman hidup seseorang dalam bahasa tulis. Oleh
karena itu, menulis bukanlah merupakan kegiatan yang sederhana dan tidak perlu
dipelajari, justru dikuasai.
Baca Tulis Al Qur’an adalah materi yang diajarkan
di jenjang MI yang bertujuan untuk memahami simbol-simbol berupa huruf yang
dirangkai menjadi sebuah kata dalam bentuk tulisan arab sebagai dasar untuk
memahami isi / kandungan Al Qur’an pada jenjang kelas yang lebih tinggi.
Diajarkannnya materi Al-Qur'an dan Hadis pada semua
jenjang pendidikan di Indonesia termasuk di Madrasah adalah diarahkan agar umat
Islam Indoensia ini dapat memahami kandungan sumber ajaran Islam secara benar,
sehingga tindakan, ucapan dan sikap mereka dapat sesuai dengan ajaran yang
mulia tersebut. Satu hal yang perlu dipahami adalah al-Qur'an tidak hanya
memuat hukum tetapi juga tata hubungan dan pergaulan sosial. Apalagi jika
dikaitkan dengan realita kehidupan bahwa fenomena pergaulan dewasa ini masih sangat
memprihatinkan (Depag, 2009 : 1). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika
di kelas II tingkat MI, mata pelajaran baca tulis Al Qur’an telah diajarkan.
Keterampilan baca-tulis merupakan modal utama bagi siswa. Dengan bekal kemampuan baca tulis, siswa dapat mempelajari ilmu lain, dapat mengkomunikasikan gagasannya dan dapat mengekspresikan dirinya.
Kegagalan dalam penguasaan keterampilan ini akan mengakibatkan masalah yang
fatal, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun
untuk menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan (Siti Aisyah dan Yohana
Arismanti, 2002: 1)
Secara
substansial, mata pelajaran Baca Tulis Al Qur’an memiliki kontribusi dalam
memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mencintai kitab sucinya,
mempelajari dan mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al
Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan dan
pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar